Inilah That’s Rockefeller, Band ‘Mitos’ yang Bermusik Tanpa Pretensi

Nama That’s Rockefeller mungkin asing di telinga pecinta musik yang tumbuh pada era 2000-an. Wajar saja, karena memang mereka jarang tampil dan bahkan jarang merilis karya. Pun jejak digital mereka sukar ditemukan.

Menengok ke belakang, That’s Rockefeller terbentuk di kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ) pada 2000 silam.

Aufa Aryaputra (vocal), Zalo Oramahi (bass), Juliansyah Ramadhan (gitar), Omar Aryaindra (drum) dan mendiang Hendra Saputra (kibor) sepakat membentuk band untuk mencari kesenangan. Bukan untuk untuk mencari uang.

“Kami terbentuk karena ingin berkontribusi. Di kampus banyak acara musik atau pameran, ya kami main,” kata Omar saat berkunjung ke kantor CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

Butuh proses bagi That’s Rockefeller untuk menemukan formula musik yang mereka inginkan, terlebih setiap personel menggandrungi genre musik yang berbeda. Sehabis kuliah, mereka nongkrong sembari memainkan alat musik sampai mengarah pada genre rock.

Bukan sekadar rock yang kencang, bertempo cepat dengan distorsi gitar, namun pada lagu mereka terasa sedikit unsur lawas, seperti pada lagu Bebas Bertanggungjawab dan Busway. Itu menjadi salah satu karakter Thats’s Rockefeller, ditambah aksi energik Aufa saat manggung.

“Rock yang kami usung muncul secara kolektif karena jamming. Kami enggak bisa berdiri sendiri,” kata Aufa yang karib disapa Opai.

Baca Juga : Cara Menghisap Vapor

Selain dalam acara kampus, That’s Rockefeller juga berkontribusi dalam album kompilasi bertajuk Kampus 24 Jam Hits (2001) yang berisikan karya musisi IKJ. Mereka memilih lagu Dressed Like God untuk masuk album tersebut setelah ada dorongan dari pihak ketiga.

Kuliah tidak menghalangi That’s Rockefeller untuk tampil di berbagai acara musik. Mereka kerap tampil dalam acara musik yang diadakan Universitas Trisakti, Universitas Indonesia dan Universitas Jabaya.

Mereka juga sempat tampil pada acara musik yang diadakan di BB’s atau Bar Blues, salah satu kafe legendaris di Jakarta.

Seiring berjalannya waktu, karya mereka semakin banyak. Namun tidak semua karya itu direkam karena mereka memegang prinsip bahwa bermusik tidak harus merekam.

Mereka hanya merekam lima lagu, yaitu Muara Dosa, Murni Tanpa dicampur, Sweet Mary Jane, Well More To Morrissey dan Dressed Like God.

Meski sudah merekam sejumlah lagu, mereka justru tidak berencana tidak merilis karya tersebut.

Artikel Terkait : Cara Setting Ohm Vapor

Aquarius Musikindo disebut sempat terpikat pada lima lagu itu dan sempat menawarkan menjadi label mereka untuk dapat merilis album pada 2003.

Namun tawaran itu ditolak karena Aquarius Musikindo meminta That’s Rockefeller membuat satu lagi serupa dengan Sheila On 7.

“Gue bilang enggak bisa karena lagu kami ini. Mereka sempat telepon lagi, setuju dengan lima lagu itu. Kami bilang enggak usah, dan kami enggak rilis,” kaya Aufa.

Tak lama setelah itu That’s Rockefeller menghadapi masalah yang berujung pada perilisan mini album. Hendra meninggal pada tahun 2004 setelah pingsan di kelas saat kuliah.

Opai sempat membawa Hendra ke Rumah Sakit Cikini, namun ia tidak terselamatkan.

“Setelah Hendra pergi lebih dulu, kami rilis mini album sebagai penghormatan tahun 2004. Nama albumnya diambil dari nama panggilan dia, Vetrov,” kata Juliansyah.

Menurut Opai, nama tersebut datang terinspirasi dari tempat penyimpanan kibor milik Hendra yang memiliki tulisan “Petrov”. Awalnya, nama itulah yang jadi julukan bagi Hendra.

Namun Hendra suatu kali pernah diminta dipanggil dengan “Vetrov” dengan alasan lebih enak didengar dan kata ‘Petrov’ sulit dieja.

Usai kepergian sang kibordis, That’s Rockefeller tidak mencari pengganti Hendra karena mereka tidak ingin dan mereka yakin tidak ada yang mampu mengikuti gaya hidup band itu.

Musisi Yton yang kini menjadi kibordis Club Eighties sempat tampil bersama That’s Rockefeller. Menurut Aufa, Yton menyerah karena tidak mampu.

“Ya kami memang begini. Manajer juga banyak yang enggak mampu tanganin kami, udah berapa kali ganti. Manajer sekarang juga sebenarnya enggak [mengerti], tapi karena teman lama jadi paham,” kata Aufa.

Manajer Aswi menambahkan sembari menanggapi pernyataan Aufa, “Susah mengurus anak-anak ini. Malah jadi kayak gue yang mengikuti mereka, kebalik.”

Seiring berjalannya waktu, semua personel lulus kuliah dan sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Opai bekeja sebagai perekam suara film, Zalo bekerja sebagai desainer properti untuk film, Omar bekerja sebagai animator dan Juliansyah bekerja sebagai desainer di perusahaan minuman.

Meski sibuk, mereka masih menyempatkan waktu untuk bertemu. Sering kali bertemu, mereka tidak membahas atau memainkan musik, melainkan membahas berbagai hal sampai mengkaji kitab suci. Hal itu mereka lakukan karena merasa sudah seperti saudara.

Bagi mereka, yang penting adalah bertemu dan bersilaturahmi. Musik urusan nomor dua. Tapi mereka juga siap bila ada tawaran manggung meski jarang latihan. Mereka juga tidak peduli bila saat manggung main berantakan.

“Ya kami memang seperti ini, kalau mau terima, kalau enggak mau terima ya enggak apa-apa. Kami bermusik tanpa pretensi,” kata Opai.

That’s Rockefeller kemudian merilis album bertajuk Panca Dasa (2015) sebagai perayaan usia 15 tahun. Lagi-lagi, niat perilisan itu bukan datang dari keinginan band, melainkan dorongan pihak ketiga.

Hanya ada tiga lagu baru dalam Panca Dasa, yaitu Logistik, Hutan Dalam Laut dan Untuk Sementara. Lagu lain dalam album tersebut adalah lagu yang pernah mereka rilis dalam Vetrov.

“Sebenarnya lagu kami banyak mungkin ada sekitar 50. Tapi enggak direkam dan lupa, terus bikin lagi,” kata Juliansyah.

Walau memiliki karya yang bisa dibawakan secara langsung, That’s Rockefeller sangat jarang tampil dalam delapan tahun belakangan. Manajer Aswin mengatakan mereka paling banyak tampil sebanyak dua kali dalam setahun. Hal ini menjadikan mereka disebut band mitos.

That’s Rockefeller bukan satu-satunya band di Indonesia yang tergolong band mitos. Masih ada Teenage Death Star yang juga jarang tampil. Dengan begitu penampilan mereka selalu dinantikan penggemar.

“Kami manggung kalau semua personel bisa. Kami enggak pernah intimidasi satu sama lain untuk cari rezeki di mana. Kami sekarang main di Music at Newsroom karena bisa semua,” kata Opai.

Oktober lalu That’s Rockefeller tepat berusia 18 tahun. Mereka berencana merilis karya walau belum memastikan waktu perilisan. Berkaca pada perilisan sebelumnya, jangan terlalu berharap akan dirilis dalam waktu dekat.

Penampilan That’s Rockefeller dapat disaksikan lewat Music at Newsroom melalui situs CNNIndonesia.com hari ini, Rabu (21/11), pukul 14:00 WIB.

Simak Kisah Cinta Gading Marten-Gisel Sebelum Gugatan Cerai

Rumah tangga penyanyi Gisella Anastasia dan sang suami Gading Marten diberitakan nyaris berakhir dengan gugatan cerai di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (19/11).

Kabar tersebut tak diduga-duga sebab Gading dan Gisel selalu dipandang harmonis dan jadi favorit banyak orang.

Hal itu dibuktikan kala keluarga dari putra aktor kawakan Roy Marten itu didapuk menjadi keluarga selebritas favorit dari ajang penghargaan Insert Awards pada Oktober 2017.

Baca Juga : Harga Mod MOD Fuchai 213

Jika dilihat ke belakang, kisah cinta pasangan artis ini memang sering menjadi sorotan sejak masih berpacaran.

Seluruh penonton acara musik pagi hari di sebuah stasiun televisi barangkali menjadi saksi pertama jalinan kasih Gading dengan juara kedua Indonesian Idol itu pada April 2012 silam.

Gading, yang pada saat itu masih menjabat sebagai presenter acara tersebut, menghampiri Gisel di atas panggung untuk menyatakan cintanya. Sejak saat itulah, keduanya resmi berpacaran.

Setahun kemudian, keduanya meresmikan hubungan mereka di altar yang bertempat di Uluwatu, Pulau Dewata Bali pada September 2013.

Kisah kasih pasangan yang berbeda usia delapan tahun ini makin tak lepas dari kamera sejak kelahiran putri semata wayangnya Gempita Nora Marten pada 2015.

Artikel Terkait : Bahan Komposisi Liquid Vapor

Gading dan Gisel pun terlihat makin lengket lewat berbagai unggahan di media sosial terkait aktivitas keluarga mereka dan perkembangan Gempita.

Ditambah lagi, tingkah bocah yang akrab disapa Gempi itu membuat warganet gemas dan jatuh hati serta mengundang tawa.

Dalam kehidupan menjadi seorang ibu, pelantun ‘Seluruh Nafas Ini’ pernah curhat kalau dalam masa pertumbuhan Gempi, putrinya lebih senang bermain dengan Gading ketimbang dirinya.

“Anak cewek dekat sama papa, sering main jadi akrab bisa gendong-gendongan. Kalau sama aku diomelin diajarain a-b-c, bapaknya kebagian senangnya,” tutur Gisel.

Di sisi lain, sebagai artis yang masih berkarier aktif, Gading justru mengaku banyak kehilangan momen dengan pertumbuhan Gempi. Dia biasanya memantau Gempi dari video-video yang kerap dikirim Gisel.

“Ya ada lah, satu dua misalnya Gempi bisa berdiri, dikirimin video sama mamanya atau oma. Atau pas dia bisa nyanyi begitu,” tutur Gading saat ditemui CNNIndonesia.com pada Oktober silam.

Gisel yang juga kini merintis menjadi pemain film juga tak kalah sibuk. Ia pun tak jarang terpaksa menitipkan sang buah hati pada ibundanya.

Di sisi lain, Gempita juga mengubah kebiasaan harian Gisel dan suaminya, Gading. “Beda banget. Ada anak yang jadi tanggung jawab, otomatis cari waktu kualitas buat bertiga,” kata Gisel pada 2015 lalu.

Meski dianggap selalu romantis dan jauh dari kabar miring, hubungan keduanya kini disebut di ambang perpisahan.

Seperti dikabarkan Detik.com, pihak Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membenarkan gugatan cerai atas nama Gisella Anastasia dan dengan tergugat Gading Marten.

Namun berbagai kabar menyebut pihak pengadilan menolak berkomentar lebih lanjut mengenai penyebabnya dan hanya mengatakan gugatan tersebut terdaftar pada 19 November 2018.

Hingga berita ini tayang, CNNIndonesia.com masih belum mendapatkan konfirmasi dari pihak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Simak Peringatan Maulid di Afghanistan Diserang Bom, 43 Tewas

Serangan bom bunuh diri terjadi pada saat perayaan hari kelahiran (Maulid) Nabi Muhammad S.A.W., di Ibu Kota Kabul, Afghanistan. Sebanyak 43 orang tewas dan 82 orang mengalami luka-luka dalam kejadian itu.

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Najib Danish mengatakan ledakan itu terjadi pada pukul 06.15 waktu setempat. Bom itu terjadi di sebuah yang berada gedung pertemuan di dekat Bandara Internasional Kabul, yang digunakan untuk Maulid Nabi Muhammad S.A.W., oleh para ulama setempat.

Baca Juga : Harga MOD Coboid 150w & 200w

Danish mengatakan bom bunuh diri itu merupakan salah satu serangan paling mematikan yang terjadi di Afghanistan selama ini.

Hingga kini, belum diketahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu.

Serangan ini tampaknya menimbulkan dugaan upaya diplomatik yang dilakukan oleh Afghanistan untuk mengakhiri perang selama 17 tahun masih belum berhasil.

Pada Agustus lalu, sebanyak 34 orang tewas dalam serangan bom yang menargetkan sebuah pusat pendidikan bahasa Inggris untuk anak-anak.

Pada September lalu, sebanyak 20 orang termasuk dua wartawan tewas akibat serangan bom ganda. Ledakan pertama terjadi di sebuah klub gulat. Tak lama kemudian, ledakan kedua menyusul di layanan darurat pada saat wartawan dan petugas kepolisian tiba di lokasi kejadian.

Artikel Terkait : Harga MOD Hcigar

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis sebuah laporan pada Juli lalu yang menyatakan jumlah warga sipil Afghanistan yang tewas dalam rentang 1 Januari hingga 30 Juni 2018 mencapai rekor tertinggi. Yakni 1.700 warga tewas. Jumlah ini mengalahkan rekor warga sipil tewas selama satu dasawarsa terakhir.

Laporan itu juga menyebut Kabul merupakan salah satu tempat yang paling berbahaya di Afghanistan bagi warga sipil.

Menkeu Prancis Minta Carlos Ghosn ‘Angkat Kaki’ dari Renault Simak Selengkapnya

Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire menegaskan bahwa Carlos Ghosn tidak boleh memegang tanggung jawab atas Renault, setelah penangkapannya di Tokyo, Jepang. Ia bahkan meminta manajemen Renault untuk menggelar pertemuan segera mungkin untuk menunjuk ketua dan kepala eksekutif yang baru.

Diketahui, Ghosn menjadi piawai dalam industri otomotif. Ia dikenal memimpin Nissan dan sukses menjalin kemitraan dengan Renault. Namun, pada awal pekan ini, Ghosn diciduk karena dugaan pemalsuan dokumen gajinya dan disebut menggunakan uang perusahaan untuk kepentingan pribadinya.

“Carlos Ghosn tidak lagi berada dalam posisi dimana dia mampu memimpin Renault. Renault untuk bergerak cepat menyusun tim manajemen sementara,” ujarnya dilansir Reuters, Selasa (20/11).

Baca Juga : Harga Helm KYT

Pun demikian, Le Maire menyebut belum secara resmi meminta Ghosn untuk ‘angkat kaki’ dari dewan manajemen. “Untuk alasan yang sederhana, yaitu kami tidak memiliki bukti dan kami mengikuti prosedur hukum,” imbuh dia.

Prancis diketahui mengantongi 15 persen saham Renault. Karena kemitraan Renault dan Nissan, berarti Prancis juga mengempit 43,4 persen saham Nissan.

“Dewan manajemen akan bertemu pada hari ini, Selasa (20/11),” kata Juru Bicara Perusahaan.

Pertemuan, sambung sumber tersebut, akan membahas sementara pengganti Ghosn, saat yang bersangkutan menjadi tahanan di Jepang.

Artikel Terkait : Harga MOD SMOANT Charon TC 218

Le Maire menuturkan akan menghubungi mitranya di Jepang untuk menegaskan prioritas Prancis, yaitu memastikan stabilitas bisnis Renault. Ia, sembari menambahkan kemitraan Renault dengan Nissan adalah untuk kepentingan Prancis dan Jepang.

“Renault telah melemah, yang membuatnya perlu bertindak lebih cepat,” jelas Le Maire.

Sejak pemberitaan penangkapan Ghosn terkuak, saham Renault turun 2,8 persen pada perdagangan sesi awal dan terus merosot hingga 8,4 persen.

Bank of America Merrill Lynch juga mengubah rating perusahaan menjadi ‘netral’ dari sebelumnya ‘beli.’ Sementara, Exane BNP Paribas menurunkan peringkat perusahaan menjadi netral dari sebelumnya unggul.

Riko: Timnas Indonesia Semakin Kompak Jelang Lawan Filipina Simak Selengkapnya

Winger Timnas Indonesia Riko Simanjuntak mengatakan skuat Merah Putih semakin kompak jelang menjalani laga krusial Grup B Piala AFF 2018 melawan Filipina, Minggu (25/11).

Setelah menelan dua kekalahan dari Singapura dan Thailand dan mengalahkan Timor Leste, Timnas Indonesia akan menghadapi Filipina pada laga terakhir Grup B. Kemenangan besar wajib diraih Timnas Indonesia atas Filipina untuk menjaga peluang lolos ke babak semifinal.

Namun sebelum menjalani pertandingan terakhir, nasib Timnas Indonesia juga akan ditentukan hasil laga Filipina vs Thailand, Rabu (21/11). Indonesia dipastikan tersingkir jika Filipina mampu menahan imbang Thailand.

Baca Juga : Harga Hp Samsung galaxy
Riko yakin Timnas Indonesia masih memiliki peluang lolos ke semifinal Piala AFF 2018. Pemain Persija Jakarta itu juga optimistis Timnas Indonesia bisa mengalahkan Filipina di pertandingan terakhir.

“Saya tetap optimistis karena rezeki sudah ada yang mengatur, yang penting kita tetap mempersiapkan tim untuk lawan Filipina. Kami yakin, kami main di kandang sendiri dan yakin dapat poin maksimal,” kata Riko usai latihan di Lapangan C Senayan, Selasa (20/11).

Meski sedang mengalami masa-masa sulit di Piala AFF 2018, Riko memastikan skuat Garuda dalam kondisi terbaik. Riko bahkan mengatakan skuat Timnas Indonesia semakin kompak.

“Selain kondisi tim, hubungan dengan teman-teman juga sudah baik. Di Thailand kami juga mendapat perhatian khusus. Jadi saya semakin optimistis. Di luar [lapangan] kami juga semakin kompak supaya juga terjalin di lapangan,” ucap Riko.

Artikel Terkait : Harga Tv LED LG

Terkait kritik negatif yang saat ini diterima tim pelatih Timnas Indonesia, terutama melalui media sosial, Riko menganggap kritik adalah hal yang biasa terjadi.

“Saya rasa itu biasa. Hasil seperti ini sangat biasa di profesional. Tapi yang penting kritik itu untuk membangun,” ujar Riko.

Timnas Indonesia Dua Kali Lewati Masa Kritis di Piala AFF Simak Selengkapnya

Timnas Indonesia memiliki pengalaman manis dengan dua kali lolos dari fase grup Piala AFF meski sempat berada di ujung tanduk.

Piala AFF 2018 menjadi cerita yang ketiga kalinya Timnas Indonesia terancam gagal lolos dari fase grup. Hanya meraih satu kemenangan dari tiga pertandingan membuat Tim Merah Putih menggantungkan harapan kepada tim lain untuk melanjutkan perjalanan di turnamen ini.

Timnas Indonesia menelan kekalahan 0-1 dari Singapura di laga pertama, lalu bangkit di pertandingan berikutnya usai kalahkan Timor Leste 3-1. Sayang, di laga krusial Skuat Garuda tumbang 2-4 di markas Thailand.

Dengan menyisakan satu pertandingan Timnas Indonesia kini berharap pada ketangguhan Thailand untuk bisa mengalahkan Filipina dan Singapura.

Baca Juga : Harga Paving Block / Conblock

Selain bergantung pada hasil tim lain, Timnas Indonesia juga harus bisa mengalahkan Filipina di laga pamungkas di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (25/11).

Kendati demikian, Timnas Indonesia yang merupakan runner up lima kali Piala AFF punya kenangan manis dengan berhasil melaju ke babak gugur meski sempat berada di ujung tanduk saat di fase grup. Cerita itu terjadi pada edisi 2002 dan 2016.

Di Piala AFF 2002, Timnas Indonesia mengawali turnamen dengan kurang meyakinkan usai ditahan imbang Myanmar 0-0, meski akhirnya di laga kedua bisa menang 4-2 atas Kamboja.

Pada laga ketiga Piala AFF 2002 Timnas Indonesia kembali bermain imbang 2-2 dengan Thailand. Hanya meraih lima poin dari tiga laga membuat Timnas Indonesia terancam gagal lolos dari babak grup lantaran Myanmar dan Vietnam sudah mengantongi tujuh poin dari tiga pertandingan.

Beruntung di pertandingan terakhir Timnas Indonesia mengalahkan Filipina dengan kemenangan telak 13-1. Pada laga lainnya Myanmar dan Vietnam melakoni duel hidup dan mati, yang akhirnya dimenangi Vietnam dengan skor 4-2.

Artikrl Terkait : Harga Asbes Gelombang, Plastik, Transparan

Kemenangan atas Myanmar membuat Vietnam menjadi juara Grup A sementara Timnas Indonesia sebagai runner up usai unggul satu poin atas Myanmar.

Selain momen pada 2002, Timnas Indonesia juga sukses melewati ujian berat di fase grup Piala AFF 2016. Bahkan catatan pertandingan pada edisi tersebut lebih buruk dibanding Piala AFF tahun ini lantaran Timnas Indonesia hanya meraih satu poin dari dua laga usai kalah 2-4 dari Thailand dan diimbangi Filipina 2-2 di pertandingan kedua.

Akan tetapi di pertandingan terakhir Timnas Indonesia meraih kemenangan 2-1 atas Singapura, sedangkan Filipina yang menjadi rival utama kalah 0-2 dari Thailand. Tim Merah Putih pun lolos ke semifinal dengan menjadi runner up Grup A dengan unggul dua poin atas Filipina.

Menariknya, dari dua momen kritis tersebut Timnas Indonesia sukses mengakhiri perjalanan di Piala AFF 2002 dan 2016 dengan menjadi runner up usai kalah dari Thailand di final.

Instagram Bersih-bersih Akun ‘Followers’ Palsu Simak Selengkapnya

Instagram menyebut bahwa pihaknya telah membersihkan pengikut (followers) palsu, suka (likes), dan komentar yang dibuat oleh aplikasi, Senin (20/11). Aplikasi pihak ketiga ini memang bisa menghasilkan likes dan komentar palsu sehingga membuat sebuah akun tampak lebih populer daripada yang sebenarnya.

Tindakan keras ini muncul setelah Facebook yang menjadi induk perusahaan Instagram berusaha meyakinkan dunia bahwa jaringan sosial mereka dapat dipercaya.

Baca Juga : Harga Keramik Dinding Dapur

“Baru-baru ini, kami telah melihat akun menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk meningkatkan audiens mereka secara artifisial,” kata Instagram dalam blog mereka.

Instagram mengatakan akan memberi tahu pengguna ketika pihaknya menghapus suka, followers, atau komentar palsu.

Pengguna yang tidak sadar terkait dengan aplikasi yang dilarang Instagram itu, hanya perlu mengubah kata sandi untuk memutuskan sambungan, seperti diungkap jejaring sosial berbagi foto dan video itu.

Namun, pengguna Instagram yang tetap menggunakan aplikasi pihak ketiga ini kemungkinan akan terdampak dengan kebijakan baru mereka ini.

Pengumuman ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa Facebook tak sanggup meregulasi dirinya sendiri agar kesalahan informasi dan manipulasi tak merebak di platformnya.

Artikel Terkait : Harga Batu Bata Batako

Facebook telah menghadapi kritik baru menyusul penyelidikan New York Times yang menunjukkan bahwa mereka mengabaikan peringatan soal pengaruh kampanye Rusia di platformnya. Mereka juga menggunakan perusahaan konsultan untuk mencela kritik atas jejaring sosialnya.

Twitter telah melakukan upaya serupa untuk membasmi akun yang tidak otentik, yang mengakibatkan penurunan jumlah pengikut yang signifikan bagi beberapa pengguna platform itu. Sebab, pengguna itu diidentifikasi Twitter sebagai bot atau akun palsu.

Ulasan Rudiantara Buka Suara soal Utang First Media dan Bolt

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan PT First Media Tbk dan PT Internux (Bolt) telah menyampaikan kesanggupannya untuk membayar tunggakan.

Diketahui, PT First Media Tbk dan PT Internux (Bolt) belum membayar kewajiban BHP frekuensi radio di 2,3 GHz hingga batas waktu yang diberikan pemerintah pada Sabtu (17/11). Selain dua operator tersebut, ada pula PT Jasnita Telekomindo.

Atas tunggakan tersebut, Kemenkominfo tengah menyiapkan SK Pencabutan Izin Penggunaan Frekuensi Radio kepada tiga operator tersebut.

Baca Juga : Harga Wiremehs Semua Ukuran

Namun karena ada komitmen pembayaran, Rudiantara mengatakan pihaknya tengah membicarakan hal itu bersama dengan Kementerian Keuangan. Hal itu untuk mendalami proposal yang disampaikan PT First Media Tbk dan PT Internux.

“Tadi pagi saya terima surat, mereka mau membayar tapi cara membayarnya bagaimana lagi di bahas di sana [rapat],” ujar Rudiantara di Kantor PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero), Senin (19/11).

Dia memastikan jika operator tersebut mampu melunasi tanggungannya, maka SK Pencabutan Izin Penggunaan Frekuensi Radio bisa dibatalkan.

“Tunggu saja hasil rapatnya, sekarang sedang dibicarakan,” kata Rudiantara.

Rudiantara menjelaskan SK Pencabutan Izin Penggunaan Frekuensi Radio hanya memutuskan izin frekuensi radio. “Kalau First Media tidak hanya menggunakan frekuensi tapi juga kabel TV, jadi kabel TV-nya tidak terganggu. Tapi kalau Bolt kan tidak punya izin yang lain, otomatis tidak bisa jalan,” kata dia.

Artikrl Terkait : Harga Pasir Dan Batu Kali

First Media dan Bolt menunggak kewajiban membayar BHP frekuensi radio di 2,3 GHz untuk tahun 2016 dan 2017. Jumlah tunggakan pokok dan dendanya masing-masing Rp364 miliar, sedangkan Bolt sebesar Rp343 miliar.

Dengan demikian, jumlah tunggakan dan denda BHP frekuensi radio tahun 2016 dan 2017 kedua anak perusahaan Grup Lippo ini sekitar Rp 707 miliar. Sementara, tunggakan dan denda Jasnita sebesar Rp2,19 miliar.

Diketahui, pertemuan antara Kominfo dan Kemenkeu bakal membahas bagaimana kedua perusahaan bisa membayar tunggakan ditambah denda pembayaran keterlambatan sewa frekuensi radio.

Berikut Seperti Roti, Helm juga Punya Batas Kedaluwarsa

Helm menjadi salah satu perlengkapan wajib pengendara sepeda motor. Fungsi helm untuk menghindari cedera serius pada bagian kepala.

Teknik memilih helm yang tepat adalah dengan cara memasukkan satu ruas jari ke sela pipi kiri dan kanan untuk mendapatkan kenyamanan dan pas juga ketika digunakan, helm tidak bergeser ke kiri dan kanan.

Selain tahu cara memilih helm, kita juga harus tahu bahwa helm punya batas kedaluwarsa.
Technical Director NHK Indonesia, Johannes Cokrodiharjo, mengatakan usia pakai helm paling lama hanya dua tahun sejak pertama digunakan. Hal tersebut sudah menjadi ketentuan yang disepakati Asosiasi Industri Helm Indonesia (AIHI).

Baca Juga : Hrarga Seng Gelombang Dan Galvalume

“Artinya, sama seperti sepatu. Sebagus-bagusnya sepatu, karetnya bagus ya itu bisa jebol juga,” ucap Johannes saat ditemui di Jakarta belum lama ini.

Menurut Johannes, helm yang sudah melewati usia pakai dipastikan kualitas busa menipis dan helm terasa longgar saat dipakai.

“Dipakai dua tiga bulan busanya juga sudah mulai kempot terus terasa kasar. Lalu helm berasa longgar, tidak seperti pertama dipakai,” ucap dia.

Namun, ia menyampaikan masih ada solusi jika konsumen tidak ingin membeli helm baru, yaitu dengan cara mengganti seluruh bagian interior dan bisa untuk menggunakan cangkang yang lama.

Artikel Terkait : Harga Plafon Gypsum & Grc

“Solusinya bisa ganti interior, atau ganti dalamnya seperti busa-busanya. Intinya helm memang punya usia pakai, jadi kita tidak bisa gunakan lama, misalnya sampai lima tahun,” tutup Johannes.

Pocophone F1, Harga Murah Performa Gahar Sekelas Flagship Simak Selengkapnya

Sejak awal kemunculannya di Indonesia pada akhir Agustus lalu, Pocophone F1 menjadi barang panas. Hal itu lantaran dengan banderol harga Rp4,5 juta, ponsel ini dibekali cipset Snapdragon 845 yang kerap dipakai ponsel flagship.

Dua ponsel flagship yang sama-sama diotaki Snapdragon 845 yakni Samsung Galaxy S9 yang dibanderol mulai Rp12,5 juta dan Oppo Find X dengan harga Rp13,5 juta. Jadi bisa dibayangkan jika Pocophone F1 masuk dalam kategori barang panas.

Ponsel besutan sub-brand Xiaomi ini hadir dalam dua varian, RAM 6 GB dan ROM 64 GB yang dibanderol mulai dari Rp4,5 juta serta RAM 6 GB dan ROM 128 GB yang dijual Rp5 juta. ROM bisa diperluas dengan kehadiran slot microSD hingga 256 GB.

Baca juga : Harga Polycarbonate

Jika dilihat dari penggunaan cipset, performa jelas menjadi ujung tombak ponsel ini. CNNIndonesia.com berkesempatan mencoba ponsel ini.

Mewah’ menjadi kesan pertama yang muncul ketika menatap Pocophone F1. Namun seketika anggapan itu sirna seketika mulai menggengamnya.

Material punggung ponsel berbahan polycarbonate alias plastik membuat kesan premium hilang dan menjadikannya terasa licin. Setidaknya Poco bisa menambahkan finishing kaca untuk memunculkan kesan premium.

Kendati demikian, bobotnya seberat 180 gram masih terasa nyaman saat dipakai untuk bermain gim selama berjam-jam.

Sebagai catatan, sesungguhnya Poco menghadirkan PocoF1 dengan desain yang lebih mewah dengan bahan Kevlar. Akan tetapi, Anda harus rela merogoh kocek Rp500 ribu lebih mahal dari versi material plastik.

Tak lupa, tren poni lebar juga turut diterapkan untuk ponsel ini. CNNIndonesia.com merasa bagian dagu, bezel kiri dan kanan terasa agak tebal.

Poni lebar ini menyimpan banyak sensor di dalamnya, di antaranya sensor inframerah, face recognition, speaker, dan sensor kamera.

Artikel Terkait : Harga Genteng Beton Dan Metal

Hanya saja, tren poni justru mengurangi ‘kekhusyukan’ saat menggunakan ponsel untuk bermain gim. Secara default, seperempat tampilan dari gim akan terpotong karena aplikasi gim ini mendukung fitur fullscreen akan memenuhi layar. Keresahan bisa sedikit teratasi ketika menonaktifkan mode fullscreen.

Poco F1 memiliki port audio 3,5mm, dua slot kartu SIM hybrid, dan port USB-C. Melihat punggungnya, terdapat dua buah kamera yang disusun vertikal diapit LED flash dan sebuah sensor sidik jari di bagian tengah.

Sentuhan desain lingkaran berwarna merah yang mengelilingi lensa kamera tak dipungkiri patut untuk dipuji.

Seperti yang diketahui, Poco F1 masih mengusung layar yang masih menggunakan teknologi IPS atau LCD. Maka tak heran jika kualitas gambar kalah jauh, terutama dari segi kontras dan keterangan layar dibandingkan ponsel flagship Galaxy S9 dengan teknologi Super AMOLED.