Cuplikan Lady Gaga Tak Bisa Pulang ke Rumah Usai Kebakaran California

Lady Gaga tampaknya belum bisa kembali pulang usai kebakaran lahan hebat melanda California, termasuk kawasan sekitar rumahnya pada pekan lalu.

Ia menyebut untuk sementara tetap mengungsi dan baru akan kembali ke rumahnya usai Thanksgiving.

Kebakaran lahan hebat melanda California pada pekan lalu dan menyebabkan ribuan orang diungsikan, termasuk para pesohor Hollywood.

Baca  Juga : Harga Cat Genteng

Gaga mengakui rumahnya tergolong selamat dari insiden yang meluas tersebut, tak seperti milik Miley Cyrus, Gerard Butler, Neil Young, dan Robin Thicke.

Akan tetapi, Gaga menyebut kebakaran lahan tersebut juga menelan sejumlah bagian properti miliknya.

“Saya amat bersyukur kepada pemadam kebakaran yang menyelamatkannya,” kata Gaga kepada Variety.

Gaga menyebut, rumah lainnya di kawasan tempat tinggalnya, atau seberang Pacific Coast Highway dari sisi laut, sepenuhnya hancur.

Kebakaran tersebut telah menghancurkan hampir 1.400 bangunan di area Malibu, Agoura dan Calabasas.

“Masih berasap. Saya tak yakin kapan kami bisa kembali,” kata Gaga. “Namun saya bersyukur. Amat bersyukur,”

Pada Sabtu lalu, Gaga mengunjungi stasiun pemadam kebakaran nomor 27 LA County Fire dengan temannya, chef Bo O’Connor.

Artikel Terkait : Harga Baja Ringan Untuk Rangka

Keduanya dikabarkan Variety membawa bakso dan pasta untuk para pemadam kebakaran dan mengucapkan terima kasih atas upaya pemadam menyelesaikan masalah tersebut.

“Saya turut merasa duka bagi semuanya. Orang-orang kehilangan segalanya. Saya mencoba melakukan lebih, melakukan yang bisa saya lakukan,” kata Lady Gaga.

Cuplikan ‘Tembakan’ Kilat BLACKPINK untuk Indonesia

Girlband BLACKPINK tampil perdana di Indonesia pada Senin (19/11). Meski tampil dengan durasi singkat, antusiasme fan tetap iringi penampilan mereka di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor.

Girlband yang beranggotakan Jennie, Lisa, Ji Soo, dan Rose ini hanya tampil membawakan tiga lagu hit mereka. Keempat perempuan ini memang datang ke Indonesia sebagai bintang tamu acara perayaan ulang tahun sebuah perusahaan e-commerce.

Sebelum menampilkan lagu andalan mereka, BLACKPINK hadir di atas panggung menyapa para penggemarnya. Naik panggung dengan iringan lagu ‘Boombayah’, teriakan dan lambaian lightstick merah muda dari penonton pun turut menyambut kehadiran mereka.

“Halo semuanya! Hari ini bertemu dengan BLINK Indonesia, senang sekali. Salam kenal semuanya!” ujar Jennie.

Jennie pun mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat BLINK, sebutan fan BLACKPINK. Penampilan mereka pada Senin (19/11) ini merupakan kali pertama mereka hadir di Indonesia dengan formasi lengkap.

Tak hanya Jennie, Lisa yang sudah pernah datang ke Indonesia pada Agustus lalu itu turut mengingatkan para fan untuk datang ke konser mereka Januari mendatang.

Baca Juga : Harga Besi Hollow

Membuka panggung dengan lagu As If It’s Your Last, BLINK langsung menyambut lagu pertama tersebut dengan antusiasme tinggi. Tak banyak berbasa-basi, mereka langsung menyambung penampilan mereka dengan lagu ‘Forever Young’.

“Apakah semuanya bersenang-senang? Sangat disayangkan, ini lagu terakhir kami DDU-DU DDU-DU!” ujar Ji Soo.

Dengan tarian khas layaknya seorang penembak, lagu DDU-DU DDU-DU pun tampil sebagai penutup penampilan kilat girlband asuhan YG Entertainment malam itu.

Kursi Tidak Sesuai

Pelantun lagu ‘Whistle’ tersebut memang memiliki basis penggemar yang besar di Indonesia. Terbukti dari terjualnya tiket acara terjual hampir mendekati titel sold out.

Artikel terkait : Harga Kawat Las RB26

Berkisar antara Rp280 ribu hingga Rp2,7 juta, tiket terbagi menjadi empat kelas yakni Black Standing, Black, Pink dan Orange Seated.

Namun sayang, nomor kursi yang tertera di tiket seolah hanya jadi pajangan. Para penonton tumpah ruah ke bagian depan menempati tempat duduk meski tak sesuai nomor tiket mereka.

Pihak Shopee selaku penyelenggara menyebutkan kesalahan ini terjadi karena kesalahpahaman pembawa acara yang menginstruksikan penonton untuk mendekat ke panggung.

“Keadaan pas event tadi, tempat duduk sudah diratakan. Cuma memang ada instruksi dari MC yang tidak kami rencanakan, mereka meminta penonton untuk turun mendekat. Makanya kita coba carikan tempat terbaik untuk mereka, kita buka festival lebih banyak.” ujar Manajer Brand Shopee, Rezky Yanuar.

Antiklimaks

BLACKPINK bukan penampil satu-satunya di acara perayaan ulang tahun e-commerce tersebut. Nama-nama seperti Via Vallen, Rizky Febian, GAC, Bunga Citra Lestari, J-Flow, dan Wizzy turut memeriahkan acara malam itu.

Tak dapat ditampik, BLACKPINK merupakan penampil yang paling ditunggu dalam acara ini. Namun, Jennie dan kawan-kawan justru tampil di bagian awal acara dalam waktu singkat sehingga membuat acara jadi kehilangan nyawa.

Setelah tampilnya BLACKPINK, antusiasme penonton terasa menurun. Penantian penggemar selama berbulan-bulan untuk menyaksikan girlband asal Korea Selatan itu seolah menjadi antiklimaks.

Peletakkan BLACKPINK di awal ini bukan tanpa alasan. Pihak penyelenggara mengutarakan pertimbangan pengaturan penampilan didasarkan pada jadwal girlband tersebut.

“Merencanakan event ini cukup lama, 2-3 bulan. Cari jadwalnya agak susah, waktunya agak susah karena BLACKPINK harus pulang ke Korea malam ini,” jelas Rezky.

BLACKPINK akan kembali ke Indonesia pada 20 Januari mendatang. Selain Jakarta, pelantun lagu ‘Stay’ ini akan menyambangi beberapa negara Asia lainnya seperti Hongkong, Filipina, Singapura, Malaysia, dan Taiwan dalam rangka tur bertajuk ‘In Your Area’.

Cuplikan ‘Venom’ Kuat Hadapi ‘Fantastic Beast 2’ di China

‘Venom’ tetap kuat bertahan di puncak box office China meskipun film ‘Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald’ telah mulai tayang di negara tersebut.

Film tersebut berhasil mengumpulkan US$87 juta atau sekitar Rp1,2 triliun. Menurut analis industri tiket di Asia, Artisan Gateway, angka itu menambah pendapatan Venom menjadi US$187 juta atau Rp2,7 triliun di China.

Perolehan itu disebut sebagai pendapatan kedua tertinggi di China untuk kategori film superhero.

Baca Juga : Harga Beton Ready Mix Jayamix

Capaian Venom ini bahkan disebut hampir merebut prestasi yang sempat ditorehkan film itu di pasar domestik Amerika Utara. Di sana, Venom mendapatkan US$210 juta.

Di sisi lain, membuntuti ‘Venom’, film ‘Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald’ berhasil mencetak angka US$34,8 juta di China atau setara dengan Rp508 miliar.

Dari angka tersebut, sebesar US$4,5 juta atau sekitar Rp65,6 miliar berasal dari penayangan 557 layar IMAX.

Meski mengalami rentang pendapatan cukup lebar, Variety mengabarkan, kedua film tersebut ditayangkan dalam jumlah layar yang tak jauh berbeda pada Jumat lalu.

Fantastic Beasts 2 dikabarkan tayang di 125 ribu penayangan, dan Venom diberikan jatah sebanyak 105 ribu kali penayangan.

Namun pada Sabtu, banyak bioskop pindah hati ke Venom lantaran dianggap lebih menguntungkan.

Di sisi lain, di akhir pekan debutnya, Fantastic Beasts: The Crime of Grindelwald berhasik meraih US$253 juta atau sekitar Rp3,6 triliun secara global.

Berdasarkan data box office terbaru, capaian Fantastic Beasts 2 tersebut berasal dari US$62 juta di pasar domestik Amerika Utara dan US$191 juta di pasar internasional.

Artikel Terkait : Harga Kanopi Baja Ringan

Meski tercatat cukup besar, film ini dilaporkan Variety amat mengandalkan pasar internasional untuk mengembalikan modal bujet produksi yang cukup mahal sebesar US$200 juta.

Hal tersebut dikarenakan lesunya pasar domestik Amerika Utara, sehingga menyebabkan Fantastic Beasts 2 ‘hanya’ memperoleh US$60 juta di akhir pekan pertamanya.

Capaian akhir pekan debut Fantastic Beasts 2 di pasar domestik tersebut lebih rendah dibandingkan seri prekuelnya, Fantastic Beasts and Where to Find Them (2016) yang mencapai US$74,4 juta menurut data Box Office Mojo.

Diduga Siapkan Teror Natal, Tiga Pria Ditangkap di Melbourne Simak Selengkapnya

Tiga orang yang diduga merencanakan serangan teror “mengerikan” di Melbourne ditangkap Selasa (20/11) pagi, hanya berselang dua pekan setelah terjadinya insiden penusukan yang diklaim ISIS dan menewaskan dua orang di kota kedua terbesar di Australia tersebut.

Baca Juga : Harga Atap Sirap

Ketiga pria yang ditangkap adalah warga negara Australia keturunan Turki. Mereka ditahan polisi anti-teror dalam penyerbuan malam hari saat mereka berencana meningkatkan penyerangan daerah-daerah ramai di Melbourne, menurut polisi.

Orang-orang itu “pasti terinspirasi oleh ISIS”, kelompok Negara Islam Suriah, tetapi tidak memiliki hubungan langsung dengan organisasi tertentu, kata Kepala Kepolisian Graham Ashton.

Ketiganya, yang namanya tidak diungkap tetapi termasuk dua bersaudara, telah diselidiki sejak Maret. Mereka disebut Ashton menjadi “lebih bersemangat” sejak serangan penikaman yang terinspirasi ISIS di Melbourne pada 9 November.

Mereka berusaha membeli senapan semi-otomatis kaliber .22 dan polisi menduga mereka menargetkan perayaan Natal, ketika kerumunan besar orang berkumpul di kota.

“Tujuannya ke tempat yang ramai, saat jumlah orang-orang maksimum akan hadir, untuk dapat membunuh –dugaan kami– jumlah orang sebanyak mungkin,” ujar Ashton kepada wartawan.

Kelompok itu belum memilih target atau waktu khusus untuk serangan itu, dan Ashton menambahkan bahwa polisi yakin penangkapan hari Selasa telah “menetralisir setiap ancaman terhadap … dari kelompok ini”.

Dalam serangan 9 November, seorang warga Australia kelahiran Somalia, Hassan Khalif Shire Ali, menikam dan menewaskan satu orang dan melukai dua lainnya di sebuah pusat perbelanjaan sebelum akhirnya ditembak mati oleh polisi.

Korban serangan itu, Sisto Malaspina, 74, dimakamkan dengan prosesi kenegaraan di Melbourne pada Selasa ini.

Artikel Terkait : Harga Plat Besi Baja Hitam

Ratusan warga Melbourne dan orang-orang terkemuka menghadiri kebaktian di Katedral St Patrick di Melbourne untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Malaspina, pemilik kafe Italia yang dicintai warga setempat.

Ketiga pria yang ditangkap itu berusia 30, 26 dan 21, dan akan diadili di pengadilan Melbourne pada hari itu dengan pelanggaran terkait terorisme dan berpotensi terkena hukuman penjara seumur hidup.

Sejak 2014, kepolisian Australia sendiri telah menangkap 90 orang terkait dugaan 40 aksi-terorisme.

Melbourne telah menjadi sasaran sejumlah serangan dan plot.